Dalam
keadaan sekarat Young Joo meminta Yoon Sung untuk memaafkan ayahnya dan
juga mengatakan maaf kepada Yoon Sung dan setelah itu Young Joo pun
menghembuskan nafas terakhirnya (sediiiiiiiiiiiiiiiiiiiihhhhhhhhhhhhhh, g
rela Young Joo meninggal_aida rf). Yoon Sung sangat terkejut melihat
Young Joo dan dengan gemetar Yoon Sung berusaha membangunkan Yoon Sung
dengan terus menerus berteriak memanggil nama Young Joo. Dengan perasaan
yang sedih dan penuh dendam akhirnya Yoon Sung meninggalkan Young Joo
dan mengambil Handphone Young Joo.
Sementara
itu di rumah sakit ternyata ayah Young Joo tiba-tiba bias menggerakkan
tangannya dan secara perlahan-lahan akhirnya membuka mata dan siuman
dari komanya (aduh appa belum tau yak lo Young Joo oppa udah meninggal
hlks).
Yoon
Sung melarikan mobilnya dengan cepat. Yoon Sung memerikasa handphone
Young Joo dan menemukan sms yang dikirim Jin Pyo supaya Young Joo dating
ketempat persembunyian Jae Man. Yoon Sung yang sudah mengetahui yang
mengirim sms adalah Jin Pyo lansung menghubungi Jin Pyo.
“Ayah, kenapa kau melakukannya? Kenapa ayah bohong dan memberitahu Young Joo untuk datang kesana?” Tanya Yoon Sung.
Jin Pyo pun menjawab “Jaksa Republic Korea ingin tahu kebenarannya. Aku hanya ingin membantunya”.
Dengan marah Yoon Sung pun mengatakan kalau Young Joo telah meninggal dan yang telah membunuh Young Joo adalah Jin Pyo sendiri. Jin Pyo tak mau merasa kalah dengan mengatakan bahkan orang yang tidak berdosa bisa meninggal kapan saja seperti teman-teman seperjuangan Jin Pyo dulu dan Jin Pyo pun memutuskan kalau Jae Man harus mati ditangan Jin Pyo.
Jae
Man sudah sampai dipelabuhan dan cepat-cepat menuju kapal yang akan
dinaikinya. Tetapi sebelum sampai dikapal, Jae Man sudah ditunggu oleh
Jin Pyo. Jae Man pun terkejut melihat Jin Pyo didepannya. Jae Man pun
menyuruh anak buahnya untuk menyerang Jin Pyo tetapi dengan sangat mudah
di lumpuhkan oleh Jin Pyo. Jin Pyo mendekati Jae Man yang ternyata
sudah tahu kalau Jae Man akan melarikan diri.
Jae
Man mengatakan kalau Jim Pyo telah menghancurkan hidupnya dan bertanya
apa yang diinginkan Jin Pyo sebenarnya. Dengan santai dan dengan
dinginnya Jin Pyo mengatakan kalau Jin Pyo hanya ingin nyawa Jae Man.
Mendengar kata-kata Jin Pyo, Jae Man langsung ketakutan dan berusaha
melarikan diri. Jae Man naik keatas kapal tetapi ternyata Jin Pyo sudah
berada di atas kapal.
Duluan
diatas kapal. Jae Man tambah terkejut dan melarikan diri lagi tetapi
Jin Pyo perlahan-lahan mengikuti Jae Man hingga Jae Man jatuh dipinggir
kapal.jae Man memohon supaya Jin Pyo tidak membunuhnya tetapi dengan
tanpa belas kasihan Jin Pyo langsung menebas tubuh Jae Man hingga tak
bernyawa lagi.
Yoon
Sung pun sampai dipelabuhan tempat Jae Man dibunuh. Yoon Sung
berkeliling mencari Jae Man dan menemukan dua orang pengawal Jae Man
sudah terkapar. Yoon Sung terkejut melihatnya dan ketika menoleh kekiri
Yoon Sung melihat mayat Jae Man dan langsung menghampiri mayat Jae Man.
Melihat Jae Man yang sudah tak bernyawa, yoon Sung mengepalkan tangannya
dan berteriak jengkel dan marah.
Didalam
mobilnya, Yoo Sung termening sambil mengingat kata-kata Young Joo yang
memberitahukan tempat dokumen rahasia dan meminta Yoon Sung untuk
membeberkan isi dokumen rahasia itu. Yoon Sung pun membuka satu persatu
file dan mengingat ketika menangkap orang-orang yan berkaitan denga
insiden tahun 1983 mulai dari Lee Kyun Wan, Seo Yong Hak, kim Jun Shik
dan Jae Man.
Begitu
melihat nama terakhir, yoon Sung sangat terkejut karena nama itu adalah
nama presiden dan tak lain adalah ayah Yoon Sung sendiri. Dan pada
akhinya, beginilah yang terjadi kata Yoon sung. Yoon Sung keluar dari
mobilnya dan terlihat sangat lelah dan menghembuskan nafas dengan berat.
Yoon Sung datang kerumah Jin Pyo ketika Jin Pyo sedang membersihkan noda darah Jae Man disenjata yang dipakai Jin Pyo membunuh Jae Man. Melihat Jin Pyo membersihkan noda darah, Yoon Sung mengatakan apaka Jin Pyo telah membersihkan noda darah itu dengan baik dan Jin Pyo diam dan terus mebersihkan senjatanya. Yoon Sung pun mengatakan kalau seharusnya Jin Pyo juga membersihkan darah dari Young Joo.
Jin
Pyo mengatakan kalau yang membunuh Young Joo adalah Jae Man. Yoon Sung
mengatakan kalau Jin Pyo sama saja dengan Jae man. Jin Pyo sangat marah
dan tidak terima kalau dirinya disamakan dengan Jae Man menodongkan
senjatanya kearah Yoon Sung. Yoon Sung tak gentar dan mengatakan kalau
orang terakhir yang dihukum adalah Presiden. Jin Pyo terlihat terkejut
mendengarnya.
“Balas dendam yang
kejam yang anda maksud adalah membunuh ayah kandungku sendiri dan selama
28 tahun bersenang senang dengan mengambil aku dari ibuku dan membuat
aku percaya orang lain adalah ayah kandungku dan sekarang anda
memberritahu aku untuk membalas dendam kepada ayah kandungku sendiri?
Balas dendam itu, aku rasa aku tidak bisa melakukannya” kata Yoon Sung.
Jin
Pyo menurunkan senjatanya dan bertanya apakah semua itu karena presiden
adalah ayah kandung Yoon Sung. Yoon Sung mengatakan tidak karena
setelah dekat denga Presiden yoon Sung merasa bahwa Presiden seorang
presiden yang menakjubkan. Jin pyo pun mengatakan kalau presiden yang
menakjubkan yang dikatakan Yoon Sung bukan lah Presiden yang mendapatkan
kedudukannya dengan bersih dan Jin Pyo ingin melihat ekspresi Yoon Sung
ketika mengetahui siapa sebenarnya Presiden tetapi Yoon Sung mengatakan
jangan dan apa yang diinginkan Jin Pyo didak akan terjadi. Yoon Sung
pun meninggalkan Jin Pyo yang tiba-tiba melepas senjatanya ke meja.
Akhirnya
Yong Hak mengatakan kepada wartawan akan mengungkapkan kebenaran dan
target berikut City Hunter adalah Presiden karena insiden yang terjadi
tahun 1983 adalah atas perintah Presiden dan secara pribadi
merencanakannya. Wartawan pun ribut mendengar berita tersebut. Presiden
pun mengadakan konprensi press mendadak untuk mengklarifikasi apa yang
sudah dikatakan Yong Hak tentang orang yang merencanakan insiden 1983.
Presiden terkejut ketika seorang wartawan memberitahukan kalau Young Joo
telah meninggal.
Young
Sung dan Jin Pyo melihat konprensi press. Anak buah Jin Pyo terkejut
mendengar kalau Presiden yang telah merencanakan semunya. Anak buah Jin
Pyo bertanya untuk menurun kan presiden apakah Jin Pyo sengaja
menyebarkan gossip bahwa presiden menyuap supaya Presiden terlihat
korupsi. Jin Pyo bertanya apakah anak buahnya takut tapi anak buah Jin
Pyo hanya menginginkan kehormatan kakaknya kembali karena mengguncang
Negara bukanlah yang diinginkan anak buah Jin Pyo dan hany menginginkan
kehormatan semua prajurit yang meninggal kembali dan meminta Jin Pyo
untuk mengakhiri semuanya. Jin Pyo hanya diam mendengar semua yang
dikatakan anak buahnya.
Dengan
tangan gemetar, Soo Hee mengambil sebuah bunga untuk di taruh di foto
mendiang Young Joo. Tak sanggup Soo Hee menahan kesedihan, dan jatuh
terduduk. Menanggisi kepergian orang yang dicintainya.
Ayah Young Joo yang telah sadar, hanya bisa terduduk di kursi roda dan menaggis sesegukan.
Tak
jauh beda, staff dan atasan Young Joo pun larut dalam kesedihan. Atasan
Young Joo begitu menyesali tindakan Young Joo yang selalu gegabah
melakukan investigasi sendiri dan tidak mengindahkan kata-kata
atasannya.
Semua
serentak berdiri saat melihat sang Presiden datang berkabung. Na Na
yang ikut mengawal Presdiden juga terlihat syok melihat foto Young Joo,
berusaha keras untuk menahan air mata. Presiden menatap ayah Young Joo
dengan tatapan simpati lalu pergi.
Langkahnya
terhenti saat bertemu dengan Yoon Sung yang baru saja datang. Staff
Young Joo yang tidak terima kematian Young Joo datang mendekati Yoon
Sung dengan kemarahan.
“City
Hunter adalah kau! Karena kau kami menjadi seperti ini, pergi pembunuh!
Kami pasti akan menangkap mu!” teriak staff Young Joo kalut.
Yoon Sung hanya berdiam diri, air mata Na Na tak tertahankan lagi.
“Aku
datang hanya karena merasa telah kehilangan jaksa yang hebat,
sepertinya aku harus pergi” gumamnya. Yoon Sung member hormat kepada
Presiden lalu pergi.
Anak
buah Jin PYo menginformasikan kepada Yoon Sung bahwa saat pemilihan
Presiden, Hae Won Grop disinyalir telah menggelontorkan sejumlah dana
besar yang masuk untuk mendukung Presiden Eun Chan. Dana kampanye gelap.
Di
ruangannya, Presiden merenungi kata-kata staff Young Joo dipersemayaman
tadi. Mungkin memikirkan kata-kata yang menyebutkan City Hunter adalah
Yoon Sung.
Presiden
Eun Chan melihat berkas data Yoon Sung yang kini bekerja di Bagian
Komunikasi Nasional Blue House, teringat pertama kali bertemu dengannya.
Akan kasus pembobolan alamat IP Blue House saat kasus Lee Kyung Hwan.
“Dan
ketika di perpustakaan, dia mencari album pengawal kepresidenan tahun
1983” gumamnya merangkai satu persatu kejadian yang semakin menguatkan
dugaan Lee Yoon Sung adalah City Hunter.
Semuanya
dipotong dengan kedatangan staff Young Joo, tentunya atas undangangan
presiden. Staff Young Joo mulai membeberkan kasus yang berkaitan dengan
City Hunter.
“Jaksa Kim Young Joo
penasaran apakah City Hunter merupakan 2 orang yang berbeda. Lee Jin
Pyo dan Lee Yoon Sung” beber staff Young Joo.
Staff
Young Joo pun melanjutkan bahwa Jaksa Young Joo mendedikasikan dirinya
untuk menyelidiki kasus yang berkaitan dengan misi penyapuan bersih
tahun 1983 yang melibatkan Lee Jin Pyo yang waktu itu sebagai pengawal
presiden.
“Bagaimana dengan Lee Yoon Sung?” Tanya Presiden.
“Dan juga tahun 1983 orang tuanya adalah Park Mu Yeol yang juga waktu itu pengawal presiden dan ibunya adalah Lee Kyung Hee”
Demi mendengar nama Lee Kyung Hee disebut, Presiden terbelalak. Park Mu Yeol dan Lee Kyung Hee? Gumamnya.
Staff Young Joo juga membeberkan bahwa Lee Yoon Sung diambil dari ibunya saat berumur satu bulan. Presiden syok bukan main.
Yoon
Sung melangkah menuju ke ruangan Presiden, dan melewati begitu saja Na
Na. Kim Na Na pun berujar bahwa Presiden sepertinya mencium sesuatu hal
yang tidak beres, karena dia meminta berkas Yoon Sung secara pribadi.
Yoon Sung tidak berkata apapun, dan melangkah pergi masuk ke ruangan presiden.
Akhirnya
keduanya berhadapan lagi setelah mengetahui kenyataan sebenarnya
masing-masing. Keduanya saling menatap. Untuk mencairkan suasana, Yoon
Sung memilih membicarakan blog Presiden. Yoon Sung disuruh melihatnya,
terpampang foto Da Ye yang sungguh cantik.
“Apa kau sudah melihat konfrensi pressnya?” Tanya presiden yang langsung dibenarkan Yoon Sung.
“Presiden, boleh saya bertanya sesuatu? Isi dari konfrensi press tersebut apa benar?”
“Dan
jika benar. Aka nada keputusan yang harus dibuat untuk mencapai posisi
ini. Untuk mengatasi semua masalah, tidak mungkin hanya mengandalkan
saya. Jadi saya berkerja hanya bertumpu pada 2 hal, kesehatan dan
pendidikan”
Dan
Presiden pun berencana untuk mempertaruhakan posisinya untuk meloloskan
undang-undang mengenai privatisasi sekolah hokum di Parlemen.
“Walaupun dengan menggunakan cara yang salah?” Tanya Yoon Sung. Dan Presiden terdiam tak menjawab.
Shik
Jong sedang asik melancarkan aksinya untuk menarik perhatian Eun Ah
melalui video conference. Memamerkan bahwa rumah yang kini ditempatinya
sudah atas nama dirinya. Shik Jong gelagapan saat melihat Yoon Sung
masuk dan langsung mematikan videonya. Dan memberitahukan bahwa Kim Na
Na menunggunya di ruangan Yoon Sung,
Keduanya
saling berhadapan, akhirnya Na Na membuka mulut terlebih dahulu, "Aku
mendengarnya dari bibi, bahwa ayah biologismu adalah Presiden Eun Chan".
Kemarahan Na Na tidak terbendung lagi karena Jin Pyo begitu tega
menculik Yoon Sung dari ibunya, dan menyembunyikan identitasnya.
"Lee
Kyung Hwan, Seo Yong Hak, Kim Jong Shik dan Cheon Jae Man, mereka semua
orang korup! Jika tidak aku mungkin sudah memaafkan mereka" potong Yoon
Sung.
"Dan bagaimana jika Presiden berlaku korupsi? Apkah kau akan menghabisinya juga?"ujar Na Na sedih.
"Jika dia korupsi...."ucap Yoon Sung yang langsung dipotong oleh Na Na.
"Itu,
apkah Lee Yoon Sung juga yang harus melakukan itu? Bukankah dia ayahmu?
Bagaiman bisa kau melakukan itu pada ayah kandungmu..."ucap Na Na
terpotong
"Jaksa Kim Young Joo juga melakukannya. Karena itu ayahnya, dia mengungkapakan semua kebenarannya."
Na
Na berkata pada Yoon Sung kalau sekarang dia adalah pengawal presiden
dan dia berharap mereka akan berjumpa lagi tetapi tidak seperti ketika
dia menjadi pengawal Seo Yong Hak. Na Na pergi meninggalkan Yoon Sung
sendirian.
Yoon
Sung menelpon anak buah Jin Pyo. Anak buah Jin Pyo memberi tahu Yoon
Sung bahwa anggota partai yang bernama Lee Young Tae yang berada di
bawah partai yang sama dengan Presiden tapi secara politik mereka adalah
musuh. Anak buah Jin Pyo mengatakan jikat tanpa campur tangan dari Lee
Young Tae, Amandemen tentang privatisasi sekolah hukum akan sangat susah
untuk lolos. Lee Yoon Sung menyimpulkan kalau presiden akan menemui Lee
Young Tae untuk meloloskan usulannya.
Presiden pergi ke suatu tempat dengan dikawal penjagaan yang ketat. Presiden bertemu dengan Kim Na Na.
"Anda sudah datang Tuan Presiden, semuanya sudah dichek dan sejauh ini belum ada keanehan yang dtemukan."lapor Na Na
Presiden
meminta pengawalnya untuk berada dan menunggu di luar. Kepala Pengawal
sedikit keberatan dengan permintaan presiden, tapi Presiden meyakinkan
kalau tidak akan terjadi apa-apa dan presiden hanya meminta waktu 30
menit. Na Na yang mendengarnya merasa ada yang aneh.
Presiden
berbicara pada Lee Young tae dan meminta bantuan agar Lee Young Tae mau
meloloskan amandemen Privatisasi sekolah hukum. Lee Young Tae berkata
pada presiden tentang imbalan yang didapatnya jika membantu presiden.
Presiden mengatakan akan membantu Lee Young Tae menyelesaikan masalahnya
dengan Kejaksaan.
Di
luar para pengawal presiden sedang berjaga, termasuk Na Na. Ketika Na
Na sedang mengecek, Na Na melihat seorang pria berlari menaiki tangga
eskalator. Na Na segera mengejar pria tersebut. Kepala Pengawal melihat
keanehan Kim Na Na juga segera mengikuti Kim Na Na.
Di
dalam Presiden sedang berbicara dengan Lee Young Tae, dan berkata akan
membantu menyelesaikan masalah Lee Young Tae terkait dengan kasus Chun
Jae Man. Lee Young Tae mendengar itu menjadi senang dan berjanji untuk
membantu Presiden untuk meloloskan amandemennya. Presiden yang mendengar
ittu dari Lee Young Tae menjadi geram dan marah. Lee Young Tae
meninggalkan Presiden sendirian. Presiden menghela nafas.
Yoon Sung datang menemui presiden dari pintu penghubung.
"Mengapa kau ada disini?"tanya Presiden
"Sepertinya
kesepakatan berjalan denga lancar. Aku tidak pernah berfikir kalau
presiden bisa melakukan itu semua."sindir Yoon Sung
"Melakukan
pertukaran dengan seorang kongresman demi kesempatan belajar ribuan
mahasiswa. Aku tidak akan menyesalinya."ungkap presiden
"Bukankah
sebelumnya kau mengatakan menjadi presiden adalah sebuah pengorbanan?
Sejak kapan itu semua berubah menjadi penawaran?"tanya Yoon Sung
"Dokumen
rahasia ada di tanganmu, kalau sebelumnya kau mengatakan tidak akan
menyesal dengan keputusanmu, maka aku yang akan membuat kau menyesal
dengan keputusanmu. Ini adalah balas dendamku."ujar Yoon Sung pergi dan
meninggalkan presiden sendirian.
"Presiden, anda tidak apa-apa?"tanya Kim Na Na masuk tiba-tiba.
"Aku baru saja akan pergi."jawab Presiden
"Pengawal Kim Na Na, ada apa?"tanya Kepala pengawal.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya khawatir karena sudah 30 menit dan presiden belum keluar juga."ucap Na Na
"Ok, kita harus kembali sekarang."ujar Presiden
Na Na melihat ruangan tersebut dan merasa aneh.
Di dalam mobil, Yoon Sung mendapatkan panggilan dari Kim Na Na, tapi dia tidak menghiraukannya.
Yoon
Sung bertemu dengan seorang wartawan, Yoon Sung menanyakan tentang dana
kampanye Presiden yang digunakan oleh Presiden Eun Chan. Wartawan
tersebut berkata kalau dia tidak mengetahuinya karena presiden Eun Chan
selalu mengaturnya sendiri. Wartawan itu berkata kalau presiden Eun Chan
pasti memiliki data-datanya.
Di
rumah Yoon Sung memikirkan kata-kata wartawan yang ia temui tadi. Dan
Yoon Sung yakin kalau data-data tersebut ada di kediaman resmi presiden.
Di
Blue house, Shin Eun Ah, Go Ki Joon, dan kepala bagian Yoon Sung
membicarakan tentang kematian Jaksa Young Joo dan betapa kasihannya Da
Hye karena sedih mendengar kabar kematian Jaksa Young Joo. Goo Ki Joon
mencoba menghibur sekaligus merayu plus mengungkapkan perasaannya pada
Shin Eun Ah. Kepala bagian Yoon Sung hanya tersenyum melihat tingkah
mereka berdua.
Presiden
menelpon wartawan yang ditemui Yoon Sung. Wartawan tersebut berkata
pada Presiden kalau orag yang menemuinya mengaku senbgai seorang
reporter. Lalu presiden menanyakan pertanyaan yang ditanyakan Yoon Sung,
dan presiden memuji wartawan tersebut karena jawaban yang diberikan
wartawan tersebut pada Yoon Sung tidak terlalu buruk.
Shin Eun Ah berusaha membujuk Da Hye untuk makan. Tapi Da Hye sama sekai tidak berminat pada makanna yang dibawa Shin Eun Ah.
"Jaksa
Kim Young Joo, betapa kasihannya dia. "ujar Da Hye tidak bersemangat.
Tiba-tiba Da Hye memberikan sebuah bungkusan untuk Shin Eun Ah dan
menyuruh Shin Eun Ah untuk memberikannya pada Go Ki Joon. Shin Eun Ah
yang mendenar itu kaget.
Di
Blue House, Yoon Sung masuk ke dalam kediaman presiden dengan alasan
menjadi tutor dari Da Hye. Ketika ada kesempatan Yoon Sung memasuki
ruangan pribadi presiden. Presiden yang kebetulan melewati tempat Yoon
Sung berada, merasa ada yang aneh (si bapak bisa ngrasain kehadiran anak
laki-lakinya..-Mia RF-). Yoon Sun berada dalam ruangan tersebut segera
mencari data-data mengenai dana kampanye yang diperoleh presiden.
Diruangan
lain presiden mengambil data-data yang dicari Yoon Sung, dan ternyata
data-data tersebut ada di dalam bantal presiden. Presiden
mengeluarkannya.
Ketika
Yoon Sung sedang mencari data tersebut, presiden muncul membawa buku
yang berisikan data tersebut. Yoon Sung kaget mendengar suara presiden.
"Apakah kau mencari ini?"tanya presiden pada Yoon Sung sambil menunjukan buku tersebut.
"Kau sungguh berani, masuk ke dalam kediaman presiden. Kelihatannya kau tidak tahu bagaimana caranya berhenti." lanjut Presiden
"Hentikan, itu tidak cocok untukku."sanggah Yoon Sung dingin
"Aku hanya ingin menanyakan satu hal? Mengapa kau melakukan ini semua?"tanya Presiden
"Untuk Kebenaran, untuk warganegara yang memilih dalam pemilihan, untuk bertindak dengan nurani yang baik, untuk melihat keluar untuk tentara yang
bergabung untuk melindungi negaranya dan percaya pada negara yang akan
melindunginya, untuk universitas dan untuk generasi selanjutnya dan
terutama untuk mereka yag meninggal di Nampo Sea demi menyelamatkan
negaranya."ucap Yoon Sung
"Selama 20 tahu, tidak pernah aku melupaknnya, aku sangat mengerti kesakitan yang Jin Pyo alami."ujar Presiden.
"Ambil
ini, ini semua dari ketika aku mulai masuk ke dalam politik. "ucap
Presiden sambil menyerahkan buku tersebut kepada Yoon Sung.
"Yoon Sung-ah",panggil Presiden. Yoon Sung menghentikan langkahnya.
"Telah
membuatmu seperti ini, ayah minta maaf."ucap Presiden. Yoon Sung
mendengarnya dengan air mata tertahan. Yoon Sung segera pergi.
Yoon Sung melihat buku yang diberikan presiden padanya. Kim Na Na datang dan melihat Yoon Sung sedang duduk sendirian.
Ketika Yoon Sung akan pergi dan berpapasan dengan Na Na.
"Apakah kau akan melakukannya samapai akhir?"tanya Na Na
"Selain aku, tidak akan ada yang akan melakukan semua ini."ucap Yoon Sung lalu meninggalkan Kim Na Na
Yoon
Sung berada di tempat kerjanya mulai menyiapkan beberapa kopian dari
dokumen rahasia dan catatan dana kampanye presiden untuk dipublikasikan.
Denga berat hati Yoon Sung tetap melakukannya.
Di
dala kongres, para dewan sdang membahas tentang amandemen privatisasi
sekolah hukum. Para anggota dewan sedang melakukan voting. Yoon Sung
mengikuti kongres tersebut melalui komputer di blue house.
Sedangkan disisi lain, kiriman dari City Hunter sudah mulai tersebar, dan mengakibatkan keramaian.
Presiden
mengamati dengan seksana perolehan hasil voting pelolosan Amandemen UU
mengenai privatisasi sekolah melalui televisi. Haslinya menunjukkan
228 suara setuju, 41 menentang, dan 4 orang abstein. berarti usaha
presiden berhasil. Presiden bersorak senang.
Kim Nana yagn kebetulan menemani persiden tersenyum melihat reaksi presiden
."Anda pasti sangat senang",kata Kim Nana
"Ajudan
Kim, kudengar kamu juga bersusah payah membiayai untuk menyelesaikan
studimu ya? Kalau saja UU ini disetujui lebih awal tentu hal seperti itu
tidak akan terjadi"
Tiba-tiba staff presiden masuk melapor dengan tiba-tiba
"Ada masalah besar Pak Presiden!"
(pastinya tentang isu yang dilempar ke media oleh yoon sung ttg dana ilegal dan penyuapan)
Seperti yang bisa ditebak, isue ini ditebar di media massa.
Kasus ini memberatkan Presiden, anggota dewan/konggres terutama lawan politiknya mengajukan impeachment dan minta Prsiden Chou Eun Chan dicopot dari jabatannya.
Staf presiden melaporkan bahwa dewan telah megnusulkan impeachment kepada presiden
"maaf saya tidak bisa melindungi Anda"
"tidak apa-apa tapi di lain pihak saya lebih tenang, harusnya ini belangsung sejak dulu"
Kantor
kejaksaan kembali menerima pesan dari city hunter. Kali ini mengenai
kasus penyuapan untuk pelolosan UU amandemen sekolah swasta. City hunter
rupanya telah menangkap para tersangka penyuapan itu , termasuk
banyaknya suuap dan foto mereka saat menerima yang suap .
Kasus uang melanda presiden dan usulan impeachment terhadap presiden raman de bicarakan di media massa termasuk televisi.
Di rumah Yoon Sung dan paman pun menyaksikan berita itu di TV
"wah presiden pasti diturunkan"kometnar Shik Jung polos 'dan negeri ini pasti merasa dihianati"
Yoon
Sung tampak sangat sedih mendengarnya namun berusaha menekan
perasaannya. Walau dia pasti telah menyadari konsekuensi itu bakal
terjadi pada ayah kandungnya, namun dia saat itu tidak punya pilihan
lain untuk tetap konsisten terhadap apa yang telah dijalankan dan
dipercayainya (paling ga dia berusaha nerusin pekerjaan kim young
jou..hiks inget jaksa mati mengenaskan jadi sedih)
Yoon sung lalu pergi dengan lunglai.
"kau akan ke mana Yoon Sung", kata Shik Jung (ini si paman ga tau apa yoon sung terbebani karena presiden itu ayah kandungnya!)
"Ayah akan segera bergerak", kata Yoos Sung lirih.
Yoon Sung tahu Ayah angkatnya Jin Pyo tidak akan puas hanya melihat Cha eun chan susah sampai di sini saja.
Dan benar saja di tempat terpisah Ji Pyo sedang menyiapkan peluru dan pistolnya.
Di kantor pengawal presiden, boss Kim nana memberitahukan bahwa besok adalah jatah libur bagi kim nana.
"Bersiap-siap saja untuk ditempatkan kembali dan stand by karena ada kemungkinan akan dipanggil ke villa", kata boss kim nana
Nana tak menyadari hal itu karena dia juga punya catatannya, tapi data itu rupanya sudah ada di kalender blue house.
Di
lain pihak,Yon Sung rupanya megnetahui hal itu (atau mungkin yoon sung
yang ngubah jadwalnya krn dia ga mau berhadapan langsung di lapangan
dengan Nana?) Saat itu Yoon Sung yang tahu jalan pikiran ayah
angkatnya pun menyiapkan diri untuk menghadangnya. Dia mulai memasukkan
peluru satu per satu ke dalam selongsong pistolnya.
Jin Pyo menelepon presiden Chou Eun Chan secara langsung
"Sebelum
Anda menerima pengadilan dari negara lebih baik Anda menerima
pengadilan dariku dulu. Jika Anda tidak ingin jatuh korban bagi orang
tak bersalah lebih baik Anda tak menghentikanku!"
Di Conforence Room, Presiden bersiap-siap untuk meeting. Namun presiden lalu memberikan pesan pada Chief park.
"Sebelum
meeting ada orang yagn penting bertemu saya. tolong biarkan dia masuk.
dan jangan lakukan body chek padanya. langsung biarkan saja dia masuk.
dan tolong biarkan saya sebentar"
"tapi presiden , saya tidak bisa melakukan itu"
"tolong lakukan saja, saya ingin menyendiri dan berpikir beberapa saat"
Chief
park tidak punya pilihan kecuali mengikuti kemauan presiden dan keluar.
Sebaliknya nana secara diam-diam sudah berada blue house mengamati
presiden.
Jin
Pyo pun tak lama kemudian datang seorang diri. Dia sempat di tahat
pengawal di depan pintu, namun Chief park membiarkan langsung masuk.
"Presiden menunggu Anda di dalam", kata chief park
Jin
Pyo memasuki ruangan mencari Chou Eun Chan, namun tak disangka yang
ditemuinya di sana adalah Yoon Sung yang berupaya menghadangnya.
"kau sudah tidak ada urusan lagi di sini", kata Jin Pyo
"Bukankah aku pernah mengatakan bahwa aku akan menghentikan Anda dengan tanganku sendiri", kata Yoon Sung mantap
"Dendam yang tesimpan selama 28 tahun ini, kamu tidak akan bisa menghentikannya!"
Jin
Pyo mulai bergerak mengambil pistolnya, dan pada saat yang sama Yoon
Sung pun reflek menarik pistolnya dengan cepat. dan akhirya ke dua anak
dan ayah (angkat) itu saling menodongkan senjatanya satu sama lain.
"Balas
dendam yang kejam dengan membunuh ayah kandungku sendiri?? Anda pikir
aku bisa bahagia dengan balas dendam ini?", kata Yoon Sung sambil mereka
tetap menodongkan senjata satu sama lain.
Yoon
Sung lalu melanjutkan "Pernah aku tak punya pilihan dan mengacungkan
pistol di depan wanita yang aku cintai. Lalu Kau pikir aku sekarang bisa
duduk diam saja?".
"Aku setia pada Ayah yang kehilangan sebelah kakinya karena aku. Tapi Anda malah pernah mengacungkan pisau (pedang di tongkatnya klo ga salah) padaku. Menurutmu bagaimana (hancurnya) perasaanku waktu itu?", kataYoon Sung sedih (poor yoon sung).
"Ku harap Anda mau berpikir bagaimana rasanya menjadi diriku. Tolong hentikan semua ini". Aku.....cuma ingin hidupku seperti orang normal kembali, dengan Ayah hidup bahagia bersama.", Yoon sung mulai berkaca-kaca( hiks...).
"Tapi rasanya itu semua hanya mimpi", Yoon Sung yang tak tahu lagi harus berbuat apa tiba-tiba nekad mengacungkan pistol ke kepalanya sendiri. Jin Pyo kaget.
"Aku setia pada Ayah yang kehilangan sebelah kakinya karena aku. Tapi Anda malah pernah mengacungkan pisau (pedang di tongkatnya klo ga salah) padaku. Menurutmu bagaimana (hancurnya) perasaanku waktu itu?", kataYoon Sung sedih (poor yoon sung).
"Ku harap Anda mau berpikir bagaimana rasanya menjadi diriku. Tolong hentikan semua ini". Aku.....cuma ingin hidupku seperti orang normal kembali, dengan Ayah hidup bahagia bersama.", Yoon sung mulai berkaca-kaca( hiks...).
"Tapi rasanya itu semua hanya mimpi", Yoon Sung yang tak tahu lagi harus berbuat apa tiba-tiba nekad mengacungkan pistol ke kepalanya sendiri. Jin Pyo kaget.
"jika ini memang sudah takdirku, biarlah aku yang mengakhiri semuanya", lanjut Yoon Sung
Yoon
Sung bersiap-siap menekan pelatuknya sambil memejamkan matanya (mungkin
juga ngancam, mungkin juga putus asa, dia ga bisa nembak ayahnya
angkatnya juga ga bisa biarin ayahnya nembak ayah kandungnya).
Kim nana dan presiden datang.
Kim nana mengancungkan pistolnya pada Jin Pyo
"Young Sung sudah hentikan cukup, tolong kamu turunkan pistolmu ..", Kim nana yang prihatin dengan hati-hati membujuk Yoon Sugn
Yoon Sung terharu mendengar suara Nana...
"Saya
sudah berjanji untuk menebus nyawa-nyawa yang pernah kau ambil", kata
Jin Pyo pada Chou Eun Chan. Chae eun chan tak punya pilihan lain kecuali
pasrah karena kesalahan yang dulu dia perbuat.
"Ajudan Kim, maaf kan aku", kata eun chan lalu mendorong jauh kim nana yagn melindunginya hingga tersungkur.
Jin Pyo tak ragu mengambil kesempatan itu untuk menembak chau eun chan.
Yoon
Sung dalam hitungan 1 detik mengetahui ayah kandungya dalam bahaya, dia
langsugnlari melompat menghadang peluru dengan badannya. Akhirnya yoon
sung lah yang tertembak. Dada kirinya tembus oleh sebuah timah panas
(ah...).
Presiden
dan nana kaget. nana kontan langsung menembak dada Jin Pyo. Yoon Sung
ambruk ke lantai, nana langsung menghampiri Yoon Sung dan tersungkur
lemas melihat kondisinya
Para
pengawal presiden memasuki ruangan mendengar suara tembakan. Mereka
mengamankan presiden dan mengacungkan senjata pada Jin Pyo. Jin Pyo
rupanya masih kuat bertahan.
Namun
dia jgua rupanya syok, tak menyangka Yoon Sung yang dibesarkannya
sampai nekad ingin bunuh diri dan kali ini rela menjadi tameng untuk
pelurunya, dan kini terbaring tak berdaya.
Para
pengawal mengancam Jin Pyo untuk tidak melawan. Jin Pyo berbalik
mengalihkan senjatanya pada yoon sung sebagai sandera. Nana hanya
terdiam menangis melihat Yoon Sung. Jin pyo tak punya pilihan lain
baginya balas dendam atau mati kayaknya. Namun di akhir hidupnya karena
Yoon sung dia sedikit berpikir lain.
Jin
pyo mengaku pada semua orang di sana bahwa dia adalah satu-satunya
orang yang selamat dari operasi penyerbuan (dan penghabisan) tahun
83."Saya adalah Lee Ji Pyo bermaksud membalas dendam untuk atasan dan
rekan-ekan saya .Demi itu saya sendiri membunuh Lee kyung wan dan Cheon
Jae Man, juga menculik Kim Jong Sik (ayah kim young jou) dan membuatnya
terjatuh, dan saya juga yang mengirim Seo Yong Hak kantor pengacara....
Dan akhirnya saya jug harus membunuh Chau Eun Chan. Sayalah...City
Hunter.!"
Yoon
Sung kaget...ayahnya berbohong untuknya, tapi yoon sung tidak bisa
berkata-kata apa-apa lagi. Na Na juga hanya bisa menangis.
Jin
Pyo lalu mengarahkan pistolnya ke arah pengawal presiden dengan
sebelumnya sekilat mengosongkan pistolnya. Dan tak ragu lagi para
pengawal spontan memberondong Jin Pyo dengan tembakan, jin pyo pun roboh
dengan banyak luka tembakan di dadanya.
Yoon
Sung syok melihat kondisi ayah angkatnya yang roboh bersimbah darah,
yagn akhirnya memilih mati dan telah berbohong untuknya (yoon sung
tentunya tidak akan dituduh lagi sebagai city hunter).Kim nana yagn juga
tahu segala tak tega melihat semuanya dan terus menangis.
lalu
Yoon sung dengan sisa tenaganya berusaha menggapai-gapai tangan ayahnya
dengan sedih...Dua orang ayah dan anak (angkat) akhirnya berpegangan
tangan bersimbah darah.
(walau
tragis mungkinmasih lebih beruntung karena tadinya di mimpi yoon sung,
yoon sung dan kim nana yang terbaring bersimbah darah)
Waktu pun telah berlalu...dan aku percaya yoon sung dengan hanya satu tembakan di dada kiri akan bisa sembuh.
Da
hye kini terlihat sudah membuka cafe (kedai kopi) sendiri, dia melayani
Kim Na Na yang datang ke tempatnya. Na Na tampak masih berduka dia
mengenakan pakaian hitam.
"Choe Da Hye brand coffee latte", kata Da hye menyuguhnkan kopi buatannya untuk Na Na dengan busa berbentuk daun yang indah.
"Indah
sekali", kata nana kagum. "Kau sekrang sudah tampak seperti barista ya"
(barista itu semacam bartender tapi untuk kopi, profesi yang
dicita-citakan Da Hye)
Rupanya
Kim nana berduka karena ayahnya yang selama ini terbaring koma di rumah
sakit akhirnya meninggal dunia. Da Hye milhat Kim nana begitu kecapaian
sampai lingkar matanya menghitam. Namun nana sendiri tampaknya sudah
cukup tabah dan sudah bisa tersenyum lagi.
Tak
lama kemudian datanglah pasangan Gi Jun (uri kwang soo...) dan Shin Eun
Ah datang mengunjungi kedai kopi. Mereka berdua punya kabar gembira.
"kami akan segera menikah", mereka memperlihat undangannya pada nana dan Da Hye...
Go Ki Jun tampak begeitu senang (duh akhirnya uri kwang soo bahagia....)
"Kubilagn juga kalian berdua emang cocokkan", kata Da Hye
Nana
rupanaya telah menyatakan keluar dan Blue House dan Yoon Sung setalah
kejadian terluka itu nampaknya tak pernah bekerja lagi di Blue House. Ga
jelas nih Yoon Sung sebenernya berobat di mana apa mungkin di US?
Shin Eun Ah terlihat sedih dan berkata di Blue house akan bertambah sepi lagi tanpa Nana.
"katamu akmu cukup berbahagia denganku", potong Go Ki Jun
Go
Ki Jun lalu berkata bila mereka sibuk tak bisa hadir dia akan meng
sms-kan no rekeningnya saja (ga mau rugi ga dapet angpau hehe).
Undangan
pernikahan Gi Jun dan Eun Ah rupanya sampai juga ke tangan paman Shik
Joong. Shik Joong sebenernya mencintai Eun Ah tampak sedih walau tetap
berharap Shin Eun Ah bahagia.
Di
rumah Yoon Sung, Lee Kyung Hee dan Paman Shik Jong rupanya sudah
berkemas untuk bersiap-siap pindah dan menyusul ke US (Yoon Sung sudah
terlihat ga ada di sana).
Kyong Hee menerima kiriman bunga dari Cha Eun Chan
Shik Jung bertanya apa isi ucapannya,
"Dia meminta maaf, juga berterimakasih dan berharap aku hidup bahagia"
Shik Joong malah sudah berniat akan membuka lagi kedai ddubboki mama Yoon Sung di US.
"Dan biar makanan korea akan terkenal di Amerika!", tekad Shik Jung
Para
korban operasi penyerbuan tahun 1983 namanya telah dipulihkan dan
dimakam mereka berdiri parasati untuk mengenang kepahlawanan dan
pengorbanan mereka demi negara, di sana tercantum nama Lee Jin pyo dan
Park Moo Yeul (rupanya Jin pyo namanya dipulihkan juga)
Na
Na juga telah mengemasi barang-barangmya dan siap pergi (ke mana ya
atau ke luar kota aja? atau ke US?). dia berada di bandara (sepertinya).
Dia lalu sekilas seperti melihat sosok Yoon Sung. Na Na langsung
berlari mencari Yoon Sung tapi tidak ditemukannya.
Ternyata
Yoon Sung sudah berada di belakang nya, memakai kemeja hitam yang
terlihat pas dan cocok di tubuhnya. Nana tersenyum senang. Yoon Sung
pun tesenyum pada Nana. Nana pun tersenyum bahagia bertemu Yoon Sung
kembali. Yoon Sung tampak sehat wal afiat dan tetep cakep dan gagah
kayak dulu, perfect namja.
Kebahagiaan
terpancar dari senyuman dan wajah mereka, yang sulit diuraikan dengan
kata-kata (hoho). Kita hanya ikut senang karena Yoon Sung dan Nana
akhirnya bersatu kembali.
Yoon
Sung pun berkat Jin pyo bisa lolos dari tuduhan tentang city hunter
dan dia bisa menikmati hidup normal dengan bebas. City Hunter kita pun
bisa melaju di kendaraan mewahnyanya dengan tenang di tengah kota di
malam hari...
=The End=
=Aida Rf=
Akhirnya
CH kelar juga . .makasi buat aothor utama yang udah ngijinin ikutan
nulis . .mpok acie, mpok mia, para sesepuh PD . .dan terutama buat para
readers setia PELANGI DRAMA. . .kamsahamnida. ^^

































































































Tidak ada komentar:
Posting Komentar